Beranda Liputan Khusus Begini Filosofi Kuliner “Polo Pendem” Bagi Masyarakat Jawa

Begini Filosofi Kuliner “Polo Pendem” Bagi Masyarakat Jawa

44
0
BERBAGI

JAKARTA-JENDELAKULINER.COM – Bagi sebagian masyarakat Jawa mungkin sudah tahu apa itu kuliner polo pendem. Polo pendem adalah makanan tradisional Jawa yang diambil dari dalam tanah seperti umbi-umbian yaitu ketela pohon atau siongkong, ketela rambat atau telo, mbothe atau talas, bentol, kacang tanah dan sejenis umbu-umbian yang ditanam di tanah.

Tanaman yang berasal dari tanah adalah melambangkan asal kehidupan manusia (Manusia yang diciptakan dari tanah dan manusia juga akan kembali ke tanah) begitupun yang namanya polo pendem juga berarti tanaman yang berasal dari dalam tanah.

Di tanah Jawa, telo memiliki filosofi yaitu “netheli barang sing olo” artinya menanggalkan hal-hal yang buruk,sedangkan ketela pohon atau kaspe memiliki filosofi “karepe sepi ing pamrih” yang artinya berniat melakukan sesuatu tanpa pamrih.

Dari hal – hal tersebut dimaksudkan supaya manusa bisa tetap sederhana dalam menjalani kehidupan dan di tengah – tengah kehidupan modernisasi.

Penggunaan tumpeng polo pendem biasanya pada acara selamatan atau syukuran pembuatan rumah baru, kemudian acara syukuran saat berkumpul bersama sanak keluarga dan biasanya juga disuguhkan dalam acara reuni sekolah yang sudah lama tidak bertemu.

Bentuk Tumpeng Polo Pendem tidak sama dengan tumpeng – tumpeng pada umumnya, karena tumpeng polo pendem berbentuk sejajar yang diartikan sebagai kehidupan manusia yang sederajat dan asal manusia yang sejajar atau tidak ada perbedaan derajat apalagi kasta. (Hel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.