Beranda Liputan Khusus Kuliner Rawon Kekinian, Jadi Nasi Goreng dan Rasa Salted Egg

Kuliner Rawon Kekinian, Jadi Nasi Goreng dan Rasa Salted Egg

115
0
BERBAGI

Jendelakuliner.com-Jakarta, Salah satu kuliner khas Jawa Timur adalah rawon. Umumnya, rawon disajikan dengan nasi, tauge pendek, dan telur asin. Kini rawon telah bersalin rupa menjadi aneka penganan kekinian.

Restoran Rawon Bar menyuguhkan cita rasa rawon masa kini yang diolah menjadi nasi goreng dan rawon  ditambah saus telur asin atau salted egg yang sedang tren akhir-akhir ini. Terletak di area pusat kuliner lantai 2 Pasar Santa, Jakarta Selatan, Rawon Bar menghadirkan konsep meja penyaji terbuka sehingga pengunjung dapat melihat langsung proses penyajiannya.

Seorang penyaji, Imam, mengatakan nasi goreng rawon adalah hidangan favorit pengunjung. “Nasi goreng dimasak menggunakan bumbu rawon, bukan disiram kuah rawon,” kata Iwan pada Senin, 9 Februari 2020. Nasi goreng rawon bisa diatur tingkat kepedasannya, tidak pedas, pedas, atau ekstra pedas.

Warna nasi goreng rawon hitam pekat dengan tambahan telur dadar di atasnya. Di samping nasi goreng terdapat beberapa potong daging yang berwarna hitam. Mungkin kurang menarik untuk dipotret, tapi bumbu kluwak pada rawon pada nasi goreng ini sangat terasa. Rasanya agak kering seperti mekan nasi dengan serundeng. Sepiring nasi goreng rawon dibanderol Rp 38 ribu.

Nasi Goreng Rawon.

Selain nasi goreng rawon, ada Rawon Don Salted Egg, Rawon Iga Klasik, Rawon Daging Klasik, dan Tahu Tek. Rawon Don Salted Egg disajikan bersama beberapa potong daging yang disiram dengan saus rawon dan saus telur asin, serta nasi putih dan telur mata sapi. Rasanya sedikit hambar meski masih tersisa aroma kluwak.

Ketika menyantap Rawon Don Salted Egg, sebaiknya campur suapan dengan saus telur asin supaya cita rasanya lebih pas. Rasa asin dari telur membuat rasa hidangan menjadi lebih terasa. Harga hidangan ini Rp 48 ribu.

Jikalau rindu dengan rawon berkuah, maka pilihannya adalah Rawon Daging Klasik dan Rawon Iga Klasik. Menu ini dibanderol Rp 45 ribu dan Rp 50 ribu. Rawon iga klasik terdiri atas empat potong iga sapi ukuran besar yang cukup membuat mangkuk penuh. Kuahnya agak encer dengan taburan tauge yang tersebar di permukaan. Sayangnya, kluwaknya kurang terasa sehingga kuah terasa hambar. Kuah yang gurih dengan kluak yang kurang kuat juga terasa pada hidangan rawon daging klasik. Meski begitu, dagingnya empuk.

Rawon Bar di Pasar Santa ini adalah pindahan dari Rawon Bar di Jalan Senopati Nomor 22, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selain di Pasar Santa, Rawon Bar juga memiliki cabang di Kebon Jeruk dan Tanjung Duren. Sebelum makan di sini, harap bersabar karena antrean pembeli melalui layanan online juga tak kalah banyak dengan pengunjung yang datang. Plus, sedia minum sendiri karena Rawon Bar tidak menjual minuman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.