Beranda Liputan Khusus Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Yang Melegenda di Jakarta

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Yang Melegenda di Jakarta

70
0
BERBAGI

JAKARTA-JENDELAKULINER.COM-Jika anda bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja, namun malas masak menu yang ribet? Masak nasi goreng bisa jadi pilihan paling tepat, cocok buat kamu yang nggak suka ribet.

Nasi goreng menjadi salah satu menu masakan andalan berasal dari Indonesia. Nasi goreng mudah ditemukan karena banyak disajikan di warung hingga restoran mewah Tanah Air.

Nasi goreng pada umumnya hanya membutuhkan bumbu-bumbu dasar yang ada di dapur. Seperti bawang merah, bawang putih, telur dan nasi putih. Kemudian semua diolah dimasak menjadi satu kesatuan dalam wajan. Meskipun terlihat sederhana, namun menu makanan yang satu ini memiliki cita rasa unik di lidah.

Menu olahan nasi goreng bisa dipadukan dengan beragam menu dan topping lain, seperti sosis, bakso, ikan, ayam, bahkan daging kambing pun bisa dijadikan topping spesialnya.

Cita rasa nasi goreng Tanah Air tentunya nggak kalah lezat dari masakan luar negeri. Banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia untuk mencoba mencicipi makanan yang satu ini. Bahkan tak sedikit dari mereka yang ketagihan dengan kuliner ini, salah satu yang melegenda adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih didirikan oleh seorang putra Betawi asli, Almarhum H. Nein, pada tahun 1958 silam. Keterampilannya dalam meracik bumbu nasi goreng yang kaya rempah sukses membuat banyak orang ketagihan sampai sekarang.

“Dulu sewaktu almarhum mulai jualan, enggak seramai sekarang,” jelas Soeroto salah satau karyawan di Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih.

Dia mengatakan bahwa H. Nein merintis dari nol secara perlahan sampai akhirnya besar seperti sekarang. Jumlah pengunjung yang terus bertambah, menginspirasi H. Nein untuk menambah cabang.

Sejauh ini, cabang resminya sudah tersebar seantero Jabodetabek. Informasi yang tertera pada spanduk menu makanan tertulis Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih tidak membuka cabang di luar kota.

“Sudah banyak cabang sekarang, ada di Jalan Sabang, Bintaro, Cinere, Blok M, dan Pamulang,” imbuhnya.

Soeroto yang bergabung mengurus operasional tempat makan tersebut sejak 1991 mengaku, jumlah pengunjung setiap hari tidak pernah sepi. Malah, semakin ramai saat akhir pekan.

Metode memesan di tempat makan yang sekarang dikelola oleh keturunan generasi ketiga H. Nein ini agak berbeda dari warung kakilima lainnya. Biasanya, Anda makan dulu, baru bayar.

Di sini pengunjung yang datang diharuskan untuk terlebih dulu memesan makanan, membayar, dan mencari tempat duduk sendiri. Selanjutnya, pelayan baru menghidangkan pesanan Anda. ( Hel )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.